Menu MBG SD 21 Talang Kelapa, Punya Presiden Tak Mau Tahu Suara Rakyat Bawah

Menu MBG SD 21 Talang Kelapa, Punya Presiden Tak Mau Tahu Suara Rakyat Bawah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Kali ini, keluhan datang dari Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), setelah menu yang dibagikan kepada siswa sekolah dinilai tidak layak dan memicu reaksi dari warganet.

Sorotan tersebut mencuat melalui unggahan akun TikTok @parida.suci.rohani yang memperlihatkan menu MBG di salah satu sekolah dasar. Dalam unggahan itu disebutkan bahwa selama bulan Ramadan, makanan dibagikan dalam bentuk mentahan agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menu yang diterima siswa disebut terdiri dari kacang tanah goreng, dua butir kurma, dua potong singkong rebus, parutan keju, serta cairan yang diduga susu kental manis dalam wadah kecil. Pemilik akun mengkritik isi menu tersebut dan menilai program MBG hanya dijadikan ajang mencari keuntungan tanpa memperhatikan manfaat gizi bagi anak-anak.

Keluhan juga diarahkan pada porsi susu kental manis yang dinilai sangat sedikit dan dikemas dalam wadah kecil. Kondisi ini memicu berbagai komentar dari warganet yang mempertanyakan kelayakan dan konsep menu tersebut.

Beberapa pengguna media sosial turut menyampaikan kebingungan mereka terhadap isi paket makanan yang dinilai tidak jelas serta tidak mencerminkan standar makanan bergizi. Ada pula yang membandingkan dengan menu MBG di daerah lain yang dianggap lebih baik dan lebih lengkap.

Program MBG sendiri bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi siswa sekolah. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini kerap mendapat kritik karena menu yang dibagikan dinilai tidak memenuhi standar gizi dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan yang beredar di media sosial tersebut.